Mangkoek Ajam
  • Home
  • Filosofi
  • Instant
  • Jajan
  • Resto
  • OOT
Woohoo... Look at that bruh... Steamy and hot bruh...
Yo gaes, ketemu lagi kita. Maaf atas jarangnya kami ngepost (tapi draft unpublished mah ada aja), maklumlah sibuk haha. Gak kerasa udah masuk Ramadhan, udah pertengahan pula. Biasanya kita udah mulai jenuh dengan menu buka puasa yang itu lagi itu lagi. Mau makan enak tapi uang belum turun. Nah tim Mangkoek Ajam punya resep yang nampol nih buat buka puasa sekaligus penambah semangat agar kita tetap semangat dalam menjalankan puasa.

Seblak Gekikara ala Mangkoek Ajam

Resep ini basically modifan dari seblak mie, cuma karena kami pengen yang rasanya beda (dan seblak identik dengan pedas) mienya kami ganti dengan mie yang udah kami review sebelumnya: Nissin Gekikara.

Bahan-bahan:
  • Mie Nissin Gekikara merah (kuah)
  • Bawang merah sesuai selera
  • Bawang putih sesuai selera (lebih banyak bawang putih dari merah lebih baik)
  • Cabe merah/rawit sesuai selera
  • Garam + gula secuil
  • Sayur2an bisa pakcoy, sawi, dll
  • Bahan pelengkap: bisa sosis, bakso, bahkan daging ayam sesuai selera
  • Telor
  • Opsional: kencur (karena aslinya seblak pake kencur tapi kami kurang suka jadi gak dipake)
Cara masak:
  1. Haluskan bawang putih, bawang merah, mama bawang, (bukan, ini bukan dongeng) dan cabe (bisa pake blender atau uleg)
  2. Rebus air 250ml
  3. Masukkan bumbu yang udah dihaluskan tadi
  4. Tunggu mendidih
  5. Masukkan telor
  6. Aduk-aduk sampe scrambled, tunggu sekitar 1 menit atau hingga telornya matang
  7. Masukkan mie, bumbu dan semua bahan pelengkap (sayur, sosis dll)
  8. Tunggu sampai mie matang
  9. Sajikan
Rebus semuanya di wajan, jangan di panci biasa
Penasaran penampakannya? Tadaa...


Tentunya resep ini masih bisa dikreasiin lebih lanjut sesuai keinginan kalian dan ketersediaan bahan di dapur kalian, misal ada yang mau nambah makaroni, bisa juga (trust me it's good) atau bahkan kwetiau. Tentu rasanya lebih unik karena bumbu dari Gekikara itu sendiri. Buat kalian yang suka sedikit aroma aroma amis seafood, mungkin Gekikara kuah ini bisa kalian ganti dengan Gekikara Goreng Seafood (yang ini belom sempat direview nih, padahal enak juga lho. Sneak peek: pedasnya sedikit lebih gigit dari Gekikara goreng biasa).

Ok gaes, sekian dari tim Mangkoek Ajam kali ini, selamat berpuasa dan selamat berkreasi!


terlihat menggoda? maaf yah foto sedikit noise, maklum kamera entry level

Ah, latepost nih. Yang seharusnya gue posting minggu lalu, tapi baru bisa keposting sekarang. Maklum lah derita jomblo berkepanjangan mahasiswa tingkat akhir salah satu jadi penyebabnya, kalian yang jadi mahasiswa ataupun mahasiswi nanti juga bakal merasakannya juga. Entahlah, semoga gak sengenes penderitaan saya.
Skip skip skip, gue malah curcol disini, yoweslah gausah pake basa basi langsung aja, ditambah gue udah kalah telak, admin sebelah udah ngepost gekikara versi goreng duluan dan malah menuduh gue nonton drama korea. Padahalmah gue nonton kartun jepang, hahaha. Seperti udah dijelaskan sama admin sebelah nih, dari masalah harga yang emang agak mahal (kalo dibanding mie instan lokal macam indomie, supermie, mie sedap dan lainnya harganya gekikara 2-3x lipatnya) dan kalo dibanding mie instan model ramen impor masih terbilang lebih murah dibanding merek samyang yang bisa 3x lipatnya dari gekikara. Ya, alhamdulilah buat mahasiswa kere pun masih agak bersahabat, mungkin bisa murah karena udah diproduksi di indonesia. Oh iya satu lagi, tenang aja buat yang muslim karena udah ada sertifikat halalnya dari MUI. Cekidot penampakannya:
penampakan bungkusnya

Kesan pertama setelah pegang bungkusnya adalah: wah lumayan berat dan bungkusnya bagus (norak, kebanyakan mie sakura jadi begini nih) gue agak kebingungan sebenarnya. Ini mie rasa apaan, mungkin akan sama seperti orang awam saat pertama mau beli. Tulisan di kanan bawah cuma rasa pedas. Tapi yakali ini mie cuma rasa cabe doang (tapi pedas bisa dari lada atau merica ya, oh iya menthol dari balsem pun pedas. waduh) dan, uwala~ setelah autofokus mata ke kanan bawah, netto 120gram coy!
wajarlah harganya segitu. Dan langsung aja gue eksekusi. Ya saat pertama gue coba keluarin mie nya dari bungkusnya agak kecewa karena sama seperti mie instant biasa, cuma mie keriting kering dan lumayan padat, gue cuil sedikit lalu gue kunyah mentah dan terasa khas mie instan buatan nissin yang agak asin dan renyahnya khas. Kemudian gue ambil bungkus bumbunya

Ada dua bungkus kecil, Hoy cuma dua! Loh tanpa ada bungkus minyak!

Yah, gue agak sedikit bertanya kenapa gak ada minyaknya, cuma sebungkus bumbu tanpa sekat dan sebungkus plastik transparan berisi sayuran kering. Yasudahlah, gue coba lanjutkan proses eksekusi walaupun agak kecewa karena gak ada minyaknya. Seperti biasa, gue menggunakan mangkok legendaris bergambar ayam jago yang pasangannya entah kemana, sedih ya. Coba buka bungkus bumbu satu satunya dan tuang ke mangkok sambil menunggu mienya yang lagi bermandikan air panas karena gue bawa ke pemandian air panas umum dijepang a.k.a onsen didalam panci.


merah euy, dan lumayan banyak!

Dan setelah mienya masak, segera gue masukan kedalam mangkok legendaris. Sesuai petunjuk masaknya sih, rebus mie dan sayuran keding kedalam 550ml air air selama 3 menit kemudian tuangkan mie dan kuahnya kedalam mangkok. Whoa! hampir tumpeh-tumpeh! sampe agak susah diaduknya. Dan kalian bisa lihat gambar paling atas tanpa pencitraan seperti pejabat yang baru mencalonkan diri posisi mienya emang agak munjung hampir gak muat. Versi gambar full semangkok mangkoknya:
   
lihat? hampir tumpah. Abaikan kesemrawutan meja nya.

Tanpa pikir panjang langsung gue santap, wah lumayan enak! walaupun tanpa minyak, dan untuk ukuran orang biasa mungkin pedasnya lumayan. Tapi serius ini lumayan enak, mungkin karena diproduksi di indonesia dan mungkin juga rasanya sudah disesuaikan dengan lidah orang indonesia? entahlah. Ada sedikit rasa jamur, wortel, daun bawang walaupun berasal dari sayuran kering. Dari bumbunya sendiri terasa juga bawang, lada dan mungkin sedikit jahe, kaldu sapi buatan dan mungkin ikan atau udang? entah tapi yang jelas seperti biasa pada umumnya, terasa MSGnya.
Tanpa terasa hampir 15 menit berlalu dan gue akhirnya menghabiskan mie ini dengan lumayan puas dari segi porsinya. 

Kesimpulannya: Untuk harga lima ribuan, berdasarkan rasa dan porsi ini cukup worth dan sesuai, lumayan memuaskan. Cocok buat yang laper. Oh iya, pedasnya mungkin untuk ukuran orang biasa lumayan pedas. walaupun untuk gue ini gak terlalu pedas karena selera pedas gue sedikit ekstrem dan saat minum kuahnya walau tanpa minyak tetap terasa agak gimana gitu (sulit diungkapkan dengan kata kata) bukan karena kuahnya kental, mungkin karena ada kandungan lada nya.

Ya, sekian dulu review perdana gue ini dengan tulisan yang panjang sekali dan bumbu lawakan garing, semoga secepatnya gue mendapatkan ide untuk mereview makanan lainnya. Atau kalian punya ide, kritik ataupun saran? tinggalkan komen dikolom bawah atau langsung japri pun silahkan~







Mikuya Ramen Jya-Jya (Saus Pedas Kedelai Hitam)
Mikuya Ramen Tori Kara
Blenger Cheese BurgerX2 | Foto diambil oleh tim Mangkoek Ajam.

A bit lame? It's low cost food at low cost room brother!

Yo gaes, jadi ada kisah unik saat penulisan artikel ini. Karena tim reporter Mangkuk Ayam nggak cuma satu orang, maka terjadilah hal absurd ini: DUA ORANG BALAPAN POST untuk memenangkan gelar posting pertama disini.

Ya, gua sedang balapan sama satu lagi kawan Mangkuk Ayam yang sedang bikin review Nissin Gekikara Ramen juga, tapi yang rebus. Sampai titik ini gua ketik, gua nggak tau dia udah kelar duluan atau malah ngaso sambil nonton drama Korea main-main sama kucingnya dan malah lupa nulis, atau malah tidur kekenyangan.

Jadi review kali ini tentang mi instan, bisa dibilang agak mahal ya karena model-model ramen begini biasanya lebih mahal dari mie instan kebanyakan. Tapi ternyata Nissin Gekikara ini cukup terjangkau, rata-rata minimarket pasang banderol sekitar Rp 5,500-5,700 untuk sebungkus Nissin Gekikara ini. Lebih murah dibanding merek lain semacam Nongshim yang diatas Rp 10,000 apalagi Samyang yang di minimarket dekat lokasi penulis dibanderol Rp 14,000 (dan beli online bisa tembus Rp 20,000 - sellernya mau naik haji kali ya), bahkan lebih murah daripada SAUDARANYA yang juga berasal dari Nissin yaitu Mikuya Ramen (review Mikuya Ramen akan menyusul nanti).

Okay let's start, namun gua akan pasang break disini karena i don't want to spoil the fun. Untuk yang belum pernah baca review versi rebusnya, gua sarankan kalian baca dulu yang rebus (kecuali kalau ternyata belum muncul postnya, silakan langsung kesini aja). Lanjut?


Beranda

Popular Posts

  • Nissin Mikuya Ramen Tori Kara (Ayam Pedas)
    Mikuya Ramen Tori Kara
  • Nissin Mikuya Ramen Jya-Jya (Saus Pedas Kedelai Hitam)
    Mikuya Ramen Jya-Jya (Saus Pedas Kedelai Hitam)
  • Nissin Gekikara Ramen (versi kuah)
    terlihat menggoda? maaf yah foto sedikit noise, maklum kamera entry level Ah, latepost nih. Yang seharusnya gue posting minggu la...
  • Blenger Burger Yang Normalnya Bikin Blenger
    Blenger Cheese BurgerX2 | Foto diambil oleh tim Mangkoek Ajam.
  • Nissin Gekikara Ramen (kali ini tanpa kuah)
    A bit lame? It's low cost food at low cost room brother! Yo gaes, jadi ada kisah unik saat penulisan artikel ini. Karena tim report...
Diberdayakan oleh Blogger.

Bukan Sekedar Mangkuk

Mulai dari yang instant, sampai yang bela-belain makan ditempat gedongan. Mangkoek Ajam hanya sekedar foodblog alakadarnya. Nama "Mangkoek Ajam" sendiripun hanya terlintas dipikiran para pemuda ini karena saking seringnya ketemu mangkok ayam legendaris yang katanya pernah dipakai makan oleh aktor-aktor tersohor.
Copyright © 2015 Mangkoek Ajam

Created By ThemeXpose